About

Sambutan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat atas peluncuran website SMA Darul Falah. Dengan diluncurkannya laman ini diharapkan dapat menjadi media syi'ar dan da'wah yang efektif dan membawa maslahat untuk kemajuan dunia Islam pada umumnya dan Pondok Pesantren Darul Falah pada khususnya

Selain itu diharapkan akan terjalin tali silaturahim dan komunikasi yang lebih bermakna dengan seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Darul Falah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Ahlan wasahlan fii Ma'haad Daarul Falah, mari kita jalin dan pererat ukhuwah Islamiyah di antara kita.

Wallaahul muwafiq ilaa aqwa miththaariq

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

K.H. ASEP BURHANUDDIN

Sambutan Kepala SMA Darul Falah

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat datang di laman SMA Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Sejalan dengan tuntutan dan kebutuhan saat ini, media informasi dan komunikasi merupakan salah satu hal yang determinan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di setiap level satuan pendidikan.

Sedikitnya ada tiga pokok tuntutan masyarakat terhadap dunia pendidikan saat ini, yaitu pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang efektif dan pendidikan yang transparan dan akuntabel. Untuk merespons hal tersebut, SMA Darul Falah secara progresif berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui Quality Improvement Programs (QIP) berbasis keunggulan lokal (kepesantrenan).

Melalui berbagai program peningkatan mutu yang dikembangkan saat ini diharapkan potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai dengan visi dan misi yang diemban, yaitu menjadi insan yang mu'min, mutaqin, muhsin dan mutafawiqin. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kesatuan pemahaman dan kerjasama yang baik dan saling mendukung di antara warga sekolah, orang tua dan para stakeholders lainnya.

Sejalan dengan itu, kami merasa perlu untuk memberikan informasi seluas-luasnya melalui media yang mudah diakses oleh semua pihak yang membutuhkan terkait berbagai program, kebijakan dan kegiatan sekolah, baik akademik maupun non akademik. Melalui media laman ini diharapkan akan terjalin tali silaturahim, komunikasi dan menjadi sarana edukasi yang efektif bagi semua pihak yang terkait dan berkepentingan.

Kepala sekolah,

H. ASEP GOJWAN, M.Pd.

NIP. 197307082000031004

Sejarah Singkat SMA Darul Falah

SMA Darul Falah, sebelumnya MA Darul Falah terlahir dengan latar belakang sejarah dan gagasan brilian Sesepuh Pondok Pesantren Darul Falah, Syaihuna Almukarom K.H. Asep Burhanuddin, yang menyadari bahwa upaya mendidik dan menceredaskan umat tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan di pondok pesantren semata. Selain menguasai ilmu agama Islam, generasi muslim wajib menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang akan menjadi wasilah dalam mencapai kemaslahatan hidup baik di dunia dan akhirat. Dengan demikian, mendirikan lembaga pendidikan formal adalah salah satu solusinya.

Tanggal 14 Juli tahun 1991, merupakan awal tonggak sejarah lahirnya SMA Darul Falah. Dengan semangat dan paradigma baru memantapkan tekad dengan visi mewujudkan SMA Darul Falah sebagai satuan pendidikan yang mampu mencetak sumber daya muslim yang berakhlak, berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Setelah tiga tahun berjuang, pada tahun 1993, SMA Darul Falah mendapatkan pengakuan secara sah dari pemerintah, dengan terbitnya Surat Izin Operasional Nomor: 750/I 02/Kep/E/1993, dan pada tahun 1997 telah diakreditasi dengan status "Diakui", sehingga pada tahun berikutnya, yaitu tahun 1998 untuk pertama kalinya SMA Darul Falah dapat melaksanakan EBTA/EBTANAS Mandiri.

Era tahun 2004, merupakan periode yang sangat penting dalam kiprah perjalanan SMA Darul Falah (pada saat itu bernama SMU Darul Falah). Periode ini merupakan awal kebangkitan dan awal tumbuh kembangnya kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah terwujudnya cita-cita memiliki gedung kampus sendiri yang lebih representatif seperti yang bisa dinikmati saat ini. Kondisi ini sebanding lurus dengan peningkatan jumlah siswa yang signifikan, perolehan prestasi yang dicapai para siswa dan guru, baik dari aspek akademik maupun non akademik, peningkatan sarana prasarana belajar, dan peningkatan kualitas tata kelola sekolah yang semakin baik dan kondusif berdampak langsung pada peningkatan motivasi belajar siswa dan etos kerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam usianya yang mencapai seperempat abad saat ini, SMA Darul Falah semakin matang dan dewasa ditempa oleh pengalaman dan tantangan. Itulah sebabnya SMA Darul Falah berkembang dengan semangat generasi muslim dengan berbekal cita-cita dan pengabdian datang dari berbagai penjuru tanah air. Saat ini, SMA Darul Falah sudah memasuki generasi ketiga, yang memiliki sumber daya yang cukup potensial, dengan jumlah peserta didik sebanyak 835 orang yang terbagi ke dalam 23 rombongan belajar, 56 orang tenaga pendidik (3 orang DPK, 13 GTY, dan 39 GTT), 6 orang tenaga administrasi, sarana prasarana belajar yang memadai, dan jumlah lulusan sebanyak 1.840 orang yang telah tersebar di seluruh tanah air menjadi kekuatan dan aset yang bernilai tinggi untuk menghadapi perkembangan dan tantangan keadaan zaman yang semakin kompetitif.

SMA Darul Falah secara progresif senantiasa responsif terhadap tuntutan perkembangan tersebut dengan terus meningkatkan kualitas seluruh aspek layanan pendidikan dan pembelajaran bagi peserta didik, sehingga mereka mampu membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih unggul, tidak hanya secara intelektual tetapi juga sikap dan perilaku. Hal ini sesuai dengan value kami: Future, Religious, Educative, Smart, and Harmony (FRESH), dan kini kami siap menyongsong hari esok yang lebih baik.


Visi

Menciptakan sumber daya muslim yang Mu'taqin, Muhsin, dan Mutafawwiqin berdasarkan ajaran Islam Ahlussunah waljama'ah

Misi

  1. Menumbuhkan karakter warga sekolah yang visioner, mandiri, dan berjiwa entrepreneurship.
  2. Menumbuhkan pembiasaan dalam pengamalan ibadah dan kecintaaan kepada tanah air.
  3. Menumbuhkan iklim akademik di antara peserta didik, tenaga pendidik, dan Tata Usaha.
  4. Membentuk siswa yang cerdas, kreatif, dan inovatif dalam pemahaman dan penerapan IPTEK.
  5. Menumbuhkan iklim sekolah yang kondusif dan sinergis di antara warga sekolah dan stakeholder.

Identitas Sekolah

Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMA Darul Falah Cihampelas

NSS / NPSN : 302020822124 / 20227834

SK Pendirian : 750/I 02/Kep/E/1993

Jenjang Akreditasi : A / RSSN-RSKM

Alamat : Jl. Raya Cihampelas No. 45 RT 05 RW 02

Desa : Cihampelas

Kecamatan : Cihampelas

Kabupaten : Bandung Barat

Telepon : (022) 86861756

Faximile : (022) 6864190

E-Mail : info-sma@darulfalah.sch.id

Website : darulfalah.sch.id

Kode Pos : 40562

Nama Yayasan : Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah

Nama kepala sekolah : H. Asep Gojwan, M.Pd.

Struktur Kepemimpinan

Ketua Yayasan : K.H. Asep Burhanuddin

Ketua Komite Sekolah : Idris Sutandi

Kepala Sekolah : H. Asep Gojwan, M.Pd.

Wakil Kepala Sekolah : Dayan Budiansyah, S.Ag.

Kepala Urusan Tata Usaha : Ahmad Sadili, S.Pd.

Wakil Kepala Bid. Kurikulum : Anwar Shodik, S.T.

Wakil Kepala Bid. Kesiswaan : Rinda Supriatin, S.Pd.

Wakil Kepala Bid. Sarana : Abdurrosyad, S.Pd.I.

Wakil Kepala Bid. Informasi & Humas : Asep Koswara, S.Pd.

PWKS. Bid. Pembinaan Prestasi & PKU : Tuti Indrayani, S.Pd.

PWKS. Bid. Penegakan Norma Kesiswaan : Dodi Munadi, S.Pd.

PWKS.Bid. Ekskul dan Dirosah Islamiyah : Supriatna, S.Ag.

PWKS. Bid. Layanan BP/BK : Siti Mariam Kurniati, S.Pd.

Daftar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA Darul Falah

A.DAFTAR TENAGA PENDIDIK SMA DARUL FALAH 
     
 NONAMAMATA PELAJARANTUGAS TAMBAHAN
 1H. Asep Gojwan, M.Pd.PAI/ IntrepreneurshipKepala sekolah
 2Dayan Budiansyah, S.Ag.PAI Wakil Kepala sekolah
 3H. Agus H. Idries,S.Ag.,M.Si.Dirosah Islamiyah 
 4Ahmad Sadili, S.Pd.Bahasa Indonesia 
 5Drs. Agus Effendi, M.Pd.SosiologiKoord. Piket
 6Supriatna, S.Ag.PAI / DirosahPWKS. Ekskul dan Dirosah
 7Asep Sutrisna, S.Pd.Matematika 
 8Rahmat Hidayat, S.Pd.,M.Pd.Fisika 
 9Siti Mariam Kurniati, S.Pd.Bahasa Inggris / BPKoord. BP/BK
 10Abdurrosad, S.Pd.I., M.Pd.I.Dirosah IslamiyahWakasek Bidang Sarana
 11Imas Kulsum, S.Pd.I.PAI 
 12Irwan Nurhidayatulloh, S.Pd.PKn 
 13Yudi Supriadi, S.Pd.Matematika 
 14Usin Saepudin, S.Pd.Kimia  
 15Ari Sri Rejeki, S.Pd.Ekonomi 
 16Ummu Kulsum, S.Ag.Seni Budaya/Kewirausahaan 
 17Rahmat Gunawan, S.Pd.Sosiologi 
 18Aam Muhammad Kh., S.Pd.PKn  
 19Tuti Indrayani, S.Pd.Bahasa Indonesia/BPStaf Kurkulum
 20Aminudin AzisBahasa Inggris 
 21Naning Yuningsih, S.Ag.Bahasa Arab/BP 
 22Eep Shohibah, S.Pd.I.Bahasa Arab/BP 
 23Ida Ismawati, S.E.Ekonomi 
 24Asep Koswara, S.Pd.BiologiWakasek Informasi dan Humas
 25Tomi Wahyudi, S.Pd.Geografi 
 26Sri Handayani, S.Pd.I.Seni Budaya 
 27Yeni Rahmawati, S.S.Bahasa IndonesiaKa. UPTS Perpustakaan
 28Rinda Supriatin, S.Pd.KimiaWakasek Kesiswaan
 29Resmiati, S.Pd.Bahasa Inggris 
 30Anwar Shodik, S.T.TIKWakasek Kurikulum
 31Asep Saepul Hidayat, S.Pd.I.Dirosah Islamiyah 
 32Dodi Munadi, S.Pd.SejarahPWKS. PNK
 33Endang Sukmaya, S.Pd.I.Sejarah 
 34Riksa Rifki Fuadi, S.Pd.TIK Ka. UPTS Lab. Komputer
 35Rahmat Shodik, S.Pd.Matematika 
 36Oni Saroni, S.Pd.Penjasorkes 
 37Rohadian Nurul Amal, S.Pd.Fisika 
 38Yuyum Luthfiyyah, S.Pd.Bahasa Inggris 
 39Mia Nurlaelasari, S.Pd.Biologi / Matematika 
 40Totoh Naufal, S.Pd.I.Dirosah Islamiyah 
 41Asep Juanda, S.Ag.Bahasa Arab 
 42Hudori Zamzuri, S.Pd.Bahasa Inggris 
 43Yumi Krisnawati, S.Pd.Bahasa Indonesia 
 44Muh. Salwa Gazalba, ST.Matematika / Fisika 
 45Sopian Iskandar, S.Pd.Penjasorkes 
 46Bambang Nursoma S., S.E.Ekonomi / Kewirausahaan 
 47Tati Fatimah, S.Pd.Matematika 
 48Asep Kurniawan, S.Si.Fisika 
 49Agus Abdul Hamid, S.Pd.Geografi 
 50Dadang Rusmana, S.Pd.Penjasorkes 
 51Aris MunandarDirosah Islamiyah 
 52M. Taufik Ramdani, S.Pd.Matematika 
 53Yati Nursyamsiyah, S.Pd.Matematika 
 54Dodi Kusdiawan, S.Pd.Matematika 
 55Heri Herawan, S.Pd.I.Dirosah Islamiyah 
     
     
B.DAFTAR TENAGA KEPENDIDIKAN SMA DARUL FALAH 
     
 NONAMAJABATANTUGAS TAMBAHAN
 1Ahmad Sadili, S.Pd.Kepala Urusan TU 
 2Endang Sukmaya, S.Pd.I.Staf Bidang Adm. Persuratan 
 3Nura'aisyah Medina RosulaniStaf Bidang Adm. Kesiswaan 
 4Jenal Aripin, S.Pd.IStaf Bidang Adm. Kepegawaian 
 5Lia UlfahStaf Bidang Adm. Kepustakaan 
 6Aris MunandarStaf Bidang Adm. Kesiswaan 
 7Imas Kulsum, S.Pd.I.Staf Bidang Keuangan 
 8.Beni RustiawanPembantu Umum 

Kelengkapan Sarana Prasarana SMA Darul Falah

SMA Darul Falah Cihampelas berdiri diatas tanah seluas 10054 m2,merupakan sebuah gedung yang cukup megah. Kemegahannya dilengkapi lagi dengan peralatan yang cukup memadai sebagai syarat sebuah sekolah modern.

Kelengkapan fasilitas meliputi :

No.

RUANGAN

JUMLAH RUANGAN

1.

Ruang Belajar

24 Ruangan

2

Laboratorium Fisika

1 Ruangan

3.

Laboratorium Biologi

1 Ruangan

4.

Laboratorium Kimia

1 Ruangan

5.

Laboratorium Komputer

1 Ruangan

6.

Laboratorium Bahasa

1 Ruangan

7.

Sanggar Seni & Budaya

1 Ruangan

8.

Perpustakaan

1 Ruangan

9.

Konselor

1 Ruangan

10.

UKS

1 Ruangan

11.

Koperasi

1 Ruangan

12.

Rapat

1 Ruangan

13.

Komite

1 Ruangan

14.

English Conversation

1 Ruangan

15.

Guru

1 Ruangan

16.

Kepala Sekolah

1 Ruangan

17.

Ruang Wakasek

1 Ruangan

18.

Administrasi

1 Ruangan

19.

Sekretariat PLRT

1 Ruangan

20.

Kontrol

1 Ruangan

21.

Kantin

1 Ruangan

22.

Masjid Besar

1 Ruangan

23.

Satpam

1 Ruangan

24.

Playground

1 Ruangan

25.

Gudang

5 Ruangan

26.

Toilet

15 Ruangan

27.

Lapangan Olahraga

1 Kompleks


Maaf konten masih belum tersedia
Maaf konten masih belum tersedia
Maaf konten masih belum tersedia

Pedoman Akademik SMA Darul Falah

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; “Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan”. Komponen standar pengelolaan yang implementasinya kurang mendapat perhatian sekolah adalah rencana kerja sekolah. Rencana kerja sekolah memerlukan pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Dan bagian penting dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikuklum dan pembelajaran adalah peraturan akademik.

 B.   Tujuan

Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Darul Falah.

 C.   Landasan hukum

  1. UU RI NO.20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 35 ayat 1, pasal 51 ayat 1 dan 2.
  2. Peraturan Pemerintah RI NO. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1, 49, 50, 52, 53 dan 54.
  3. Permendiknas N0. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas N0. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  4. Permendiknas NO. 24 tahun 2006 dan NO. 6 tahun 2007 tentang pelaksanaan
  5. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.
  6. Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan.
  7. Permendiknas NO. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  8. Permendiknas NO. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana.
  9. Permendiknas NO. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, panduan penilian 5 kelompok mata pelajaran.

D.   Pengertian dan Konsep

  1. Peraturan akademik adalah seperangkat aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua komponen sekolah yang terkait dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang disusun untuk satu tahun pelajaran. Peraturan akademik berisi tentang:
    1. persyaratan minimal kehadiran peserta didik untuk mengikuti pelajaran dan tugas dan guru;
    2. ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan kelulusan;
    3. ketentuan mengenai hak peserta didik untuk menggunakan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku perpustakaan.
  2. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 10).
  3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 3).
  4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu komponen dasar (KD) atau lebih (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 4).
  5. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut ( Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 5).
  6. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan semua KD pada semester tersebut (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 6).
  7. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 7).
  8. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 9).
  9. Ujian nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Lampiran A 10).
  10. Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencappai criteria ketuntasan yang ditetapkan (Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran remedial Direktorat Pembinaan SMA)
  11. Pengayaan merupakan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya (Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pengayaan Direktorat Pembinaan SMA)
  12. Fasilitas belajar mencakup seluruh sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah, yang dapat digunakan oleh peserta didik selama mengikuti kegitan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
  13. Layanan konsultasi kepada mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri, yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan dalam belajar, menguasai keterampilan akademik sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran.
  14. Guru bimbingan dan konseling/konselor adalah pendidik yang memiliki tugas dan wewenang untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar dan pengembangan karir. Bidang pelayanan pengembangan kemampuan belajar dimaksudkan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah secara mandiri.

 

BAB II

PERATURAN AKADEMIK SMA DARUL FALAH

A.   Pelaksanaan Proses Pembelajaran

  1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran.
  2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
  3. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap semesternya sebanyak 16 - 18 minggu .
  4. Hari efektif pembelajaran dalam satu minggu adalah 6 hari, yaitu hari Senin sampai dengan Sabtu.

Jam belajar diatur sebagai berikut :

    Kelas X

      Pagi        : Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 06.50 – 13.40,  Jumat pukul 06.50 –      11.00, Sabtu 06.50 – 12.30 WIB.

      Siang     : Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 12.00 – 17.00 Jumat pukul 13.30 – 17.00, Sabtu 10.00 – 14.00 WIB.

      Kelas XI

        Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 06.50 – 13.40,  Jumat pukul 06.50 – 11.00, dan Sabtu 06.50 – 13.40 WIB.

        Kelas XII

        Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 06.50 – 13.40,  Jumat pukul 06.50 – 11.00, dan Sabtu 06.50 – 13.40 WIB.

        B.    Kehadiran Peserta Didik

        1. Peserta didik wajib mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran untuk setiap tingkat.
        2. Peserta didik wajib hadir mengikuti proses belajar mengajar minimal 90 persen kehadiran dalam satu semester.
        3. Peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan (di luar kelas) sesuai karakteristik Mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap Mata Pelajaran.
        4. Peserta didik yang tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di kelas dihitung masuk dalam kegiatan belajar mengajar apabila:
          1. Mengikuti lomba mewakili Sekolah, Kecamatan , Kabupaten, Propinsi maupun Negara.
          2. Mengikuti rapat OSIS
          3. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh OSIS
          4. Mengikuti lomba/pertandingan seni/olahraga dari lembaga resmi dengan dibuktikan dengan surat dari induk organisasinya
          5. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah. Butir (a), (b), (c), (d) dan (e) harus dilengkapi dengan surat tugas dari sekolah.

         C.    Ketidakhadiran Peserta Didik

        1.  Ketidakhadiran peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan karena : sakit, ijin, dan tanpa keterangan yang sah.

        2. Peserta didik yang tidak hadir karena ijin harus ada surat ijin dari orang tua /wali

        3. Peserta didik yang tidak hadir karena sakit maksimal dua hari harus ada surat ijin dari orang tua/wali.

        4. Peserta didik yang yang tidak hadir karena sakit lebih dari dua hari, harus ada surat ijin dari orang tua/wali dilampiri surat keterangan sakit/rawat inap dari dokter atau rumah sakit.

        D.    Proses Penilaian

        1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan Tugas Mandiri/Kelompok.
        2. Tugas yang dibebankan guru kepada peserta didik dapat berupa: Tugas Terstruktur dan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur 
        3. Peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.

           

          E.    Syarat Mengikuti Penilaian

          1. Prosentase minimal kehadiran peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 90 % dari kehadiran wajib.
          2. Prosentase minimal kehadiran peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 90% dari kehadiran wajib, jika ketidakhadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
          3. Peserta didik yang tidak diikutsertakan proses penilaian akibat tidak memenuhi kehadiran minimal, dikembalikan kepada orang tua setelah ada pemberitahuan/peringatan kepada orang tua terlebih dahulu.
          4. Peserta didik yang tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak diperkenankan mengikuti UAS/UN.

           

          F.    Ketentuan Penilaian

          1. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
          2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
          3. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
          4. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
          5. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
          6. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodic melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.

          G.  Ulangan dan Ujian

          1. Ulangan Harian

          1.1. Diadakan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih.

          1.2. Materinya meliputi indikator pada KD yang dinilai atau terbatas pada indicator yang belum dilakukan penilaian pada penilaian proses.

          1.3. Ketuntasan KD ditandai ketuntasan indikator pada KD yang bersangkutan.

          1.4. Ulangan Harian dilaksanakan oleh guru masing-masing dan hasilnya wajib dibagikan kepada peserta didik.

          1.5. Jumlah ulangan harian dalam satu semester ditentukan oleh guru mata pelajaran dengan memperhatikan jumlah KD dan jam pelajaran tatap muka setiap minggu.

          1.6. Setelah seluruh peserta didik tuntas, hasil ulangan harian diolah dengan nilai proses dan tugas dan menjadi nilai akhir dari ulangan harian tersebut, selanjutnya nilai diserahkan kepada tim penilaian sekolah.

          1.7. Peserta didik yang belum mengikuti ulangan harian diberi kesempatan mengikuti ulangan harian susulan di luar jam tatap muka berdasarkan kesepakatan dengan guru mata pelajaran.

           

          1. Ulangan Tengah Semester

          2.1   Pelaksanaan ulangan tengah semester dikoordinir satuan pendidikan.

          2.2   Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

          2.3   Bentuk soal ulangan tengah semester diserahkan sepenuhnya pada guru mata pelajaran.

          2.4   Lembar jawab ulangan tengah semester setelah dikoreksi guru diserahkan kepada peserta didik.

          2.5   Hasil ulangan tengah semester yang tuntas diserahkan kepada tim penilaian sekolah.

          2.6   Peserta didik yang belum mengikuti ulangan tengah semester utama diberi kesempatan mengikuti ulangan tengah semester susulan di luar jam tatap muka selambat-lambatnya 1 minggu setelah pelaksanaan ulangan tengah semester utama.

          1. Ulangan Akhir Semester ( UAS )

          3.1. Ulangah akhir semester untuk memantau kemajuan belajar peserta didik setelah proses pembelajaran satu semester.

          3.2. Pelaksanaan ulangan akhir semester dikoordinir oleh satuan pendidikan.

          3.3. Ulangan akhir semester menggunakan bentuk soal pilihan ganda dikoreksi dengan scanner sekolah, sedangkan soal uraian dikoreksi guru mata pelajaran.

          3.4. Nilai akhir semester diolah oleh tim penilaian sekolah.

          3.5. Analisis hasil ulangan akhir semester untuk perbaikan pembelajaran pada semester berikutnya.

          3.6. Cakupan ulangan akhir semester adalah indikator pada KD semester yang bersangkutan.

          3.7. Dalam memilih indikator guru harus memperhatikan Urgensi, Kontinuitas, Relevansi dan Keterpakaian (UKRK).

          3.8. Soal ulangan akhir semester setiap mata pelajaran harus satu macam setiap tingkat yang merupakan hasil kesepakatan tim MGMP sekolah (bukan dari perorangan guru).

           

          1. Ulangan Kenaikan Kelas (UKK).

          4.1   UKK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir tahun pelajaran.

          4.2   Pelaksanaan ulangan kenaikan kelas dikoordinir oleh satuan pendidikan.

          4.3   Tidak ada remedial test untuk ulangan kenaikan kelas.

          4.4   Analisis hasil UKK untuk perbaikan pembelajaran pada tahun pelajaran berikutnya.

          4.5   Cakupan materi UKK mencakup seluruh indikator pada KD semester genap.

          4.6   Ulangan kenaikan kelas yang menggunakan bentuk soal pilihan ganda dikoreksi dengan scanner sekolah, sedangkan soal uraian dikoreksi guru mata pelajaran.

          4.7   Nilai akhir peserta didik diolah oleh tim penilaian sekolah.

          4.8   Soal ulangan kenaikan kelas setiap mata pelajaran harus satu macam setiap tingkat yang merupakan hasil kesepakatan tim MGMP sekolah (bukan dari perorangan guru).

          H.   Pelaksanaan Penilaian

          1. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian dan tugas mandiri/kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.
          2. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.
          3. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
          4. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah

           

          I.     Laporan Penilaian

          1. Nilai akhlak mulia dan kepribadian dihimpun oleh guru BK dari guru Agama dan Kewarganegaraan.
          2. Nilai pengembangan diri dihimpun oleh guru BK dari pelatih /Instruktur / Pembimbing kegiatan pengembangan diri.
          3. Nilai harian diperoleh dari rata-rata hasil nilai ulangan harian, tugas, kuis dan unjuk kerja.
          4. Skala nilai untuk pengetahuan dan praktik memakai skala 0 – 100.
          5. Skala nilai kepribadian, Sangat Baik = A, Baik = B, Kurang = C, Sangat Kurang = D.
          6. Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas setelah diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.
          7. Nilai akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari 50% Nilai Harian, 25% Nilai Ulangan Tengah Semester dan 25% Nilai Ulangan Akhir Semester / Ulangan Kenaikan Kelas.
          8. Nilai pada laporan hasil belajar selalu ada deskripsi ketercapaian kompetensi dari pendidik berdasarkan Kompetensi Dasar yang diselesaikan dalam satu semester.

           J.    Remedial

          1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ulangan Tengah Semester harus mengikuti pembelajaran remedial.
          2. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian ( untuk beberapa KD ) atau Ulangan tengah semester ( untuk beberapa SK ).
          3. Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial:
            1. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%;
            2. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%;
            3. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%;
            4. Pelaksanaan pembelajaran remedial butir (b) dan (c) dapat memanfaatan tutor teman sebaya.
            5. Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang.
            6. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka.
            7. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.

          K.   Pengayaan

          1. Peserta didik yang sudah mencapai nilai di atas KKM pada ulangan harian dan Ulangan Tengah Semester dapat mengikuti pembelajaran pengayaan.
          2. Pembelajaran pengayaan diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian ( untuk beberapa KD ) atau Ulangan tengah semester ( untuk beberapa SK ).
          3. Materi pembelajaran pengayaan adalah tambahan kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik yang pelaksanaannya dapat berupa kegiatan terstruktur dan atau kegiatan mandiri tidak terstruktur.
          4. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan berupa portofolio yang dapat dihargai sebagai nilai tambah (lebih).

           

          L.    Kenaikan Kelas

          1. Kriteria Kenaikan Kelas dari kelas X ke Kelas XI adalah sebagai berikut :

          1.1   Dilaksanakan pada akhir semester genap tahun pelajaran yang berjalan.

          1.2   Peserta didik harus sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di kelas yang bersangkutan

          1.3   Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap.

          1.4   Mata pelajaran yang nilainya belum mencapai KKM tidak boleh lebih dari tiga.

          1.5   Nilai afektif untuk seluruh mata pelajaran sekurang-kurangnya dinyatakan Baik (B).

          1.6   Nilai akhlak mulia dan kepribadian dengan aspek yang dinilai adalah kedisplinan, kebersihan, kesehatan, tanggung jawab, sopan santun, percaya diri, kompetitif, hubungan sosial, kejujuran dan pelaksanaan ibadah ritual sekurang-kurangnya memperoleh nilai Baik (B).

          1. Kriteria Kenaikan Kelas dari kelas XI ke Kelas XII

          2.1   Dilaksanakan pada akhir semester genap tahun pelajaran yang berjalan.

          2.2   Peserta didik harus sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di kelas yang bersangkutan

          2.3   Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan sebelum akhir semester genap.

          2.4   Semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas program ( Program IPA = Kimia, Fisika, Biologi dan Matematika , Program IPS = Ekonomi, Geografi, Sosiologi dan Sejarah  harus mencapai KKM.

          2.5   Boleh memiliki maksimal tiga mata pelajaran yang belum mencapai KKM selain mata pelajaran ciri khas program.

          2.6   Nilai afektif untuk seluruh mata pelajaran sekurang-kurangnya dinyatakan baik (B).

          2.7   Nilai akhlak mulia dan kepribadian dengan aspek yang dinilai adalah kedisplinan, kebersihan, kesehatan, tanggung jawab, sopan santun, percaya diri, kompetitif,  hubungan sosial, kejujuran dan pelaksanaan ibadah ritual sekurang-kurangnya memperoleh nilai Baik (B).

           

          M.    Kelulusan

          Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan melalui rapat Dewan Pendidik dengan kriteria:

          1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
          2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
          3. lulus ujian sekolah (US) untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
          4. Lulus Tes Baca Tulis Al Qur’an
          5. lulus UN.

           

          Kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus ujian nasional secara rinci sesuai dengan ketentuan mengenai penilaian akhir dan ujian sekolah yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri dan Prosedur Operasi Standar ( POS ) tentang Ujian Nasional yang berlaku dalam tahun pelajaran 2013/2014.

           

          N.  Hak Peserta Didik Dalam Menggunakan Fasilitas Belajar

          Semua peserta didik mempunyai hak yang sama untuk menggunakan fasilitas belajar di sekolah dengan mengikuti ketentuan yang berlaku dan ditetapkan oleh sekolah.

          1. Laboratorium

          1.1   Semua peserta didik mempunyai hak yang sama menggunakan laboratorium sekolah dengan tidak melanggar jadwal yang telah ditetapkan sekolah.

          1.2   Di luar jam efektif pembelajaran, laboratorium sekolah dapat digunakan sebagai sarana pengembangan dan pembelajaran peserta didik sampai dengan pukul 15.30 WIB dengan didampingi oleh laboran atau guru pembimbing pada event tertentu dengan kesepakatan laboran/guru pembimbing.

          1. Perpustakaan

          2.1   Peserta didik berhak memanfaatkan perpustakaan sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

          2.2   Peserta didik dapat memanfaatkan perpustakaan mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.30 WIB.

           

          1. Penggunaan Buku Pelajaran

          3.1   Buku utama pegangan peserta didik adalah buku pelajaran yang tersedia di perpustakaan sekolah.

          3.2   Bahan ajar yang disusun oleh guru mata pelajaran

          3.3   Buku penunjang pelajaran dapat dibeli oleh peserta didik , namun sifatnya tidak diwajibkan.

          3.4   Bahan ajar yang disusun oleh guru mata pelajaran atau MGMP sekolah.

          3.5   Buku utama pegangan peserta didik dan buku referensi atau buku penunjang disarankan menggunakan Buku Sekolah Elektronik (BSE).

           

          O.   Layanan Konsultasi

          1. Layanan Konsultasi guru mata pelajaran

          1.1   Layanan konsultasi peserta didik oleh guru mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran.

          1.2   Layanan dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran maupun di luar jam pembelajaran.

          1.3   Layanan dapat di luar jam sekolah sesuai kesepakatan guru dengan peserta didik dan tetap di lingkungan sekolah.

          1.4   Layanan konsultasi yang bersifat mendesak, dapat melalui telepon / hp dengan kesepakatan guru yang bersangkutan.

          1. Layanan Konsultasi Wali kelas

          2.1   Layanan konsultasi peserta didik oleh wali kelas dapat dilaksanakan setiap saat di dalam jam pelajaran dan di luar jam pelajaran.

          2.2   Layanan konsultasi peserta didik oleh wali kelas yang bersifat mendesak dapat dilakukan melalui telepon/hp.

          1. Layanan Konsultasi Bimbingan Konseling

          3.1   Prosedur layanan bimbingan konseling

          3.2   Seluruh peserta didik akan mendapatkan layanan bimbingan penuh dari BK.

          3.3   Peserta didik yang mempunyai kepentingan-kepentingan khusus dan mendesak, dengan seijin guru dapat meninggalkan pelajaran untuk mendapat layanan bimbingan dari BK.

          3.4   BK menyiapkan jam-jam khusus untuk peserta didik yang akan berkonsultasi dan memerlukan bantuan konselor.

          3.5   Di luar jam efektif pembelajaran, BK menyiapkan layanan bimbingan untuk seluruh peserta didik sampai pukul 13.30 WIB

          3.6   Dalam melaksanakan layanan bimbingan, BK bekerja sama dengan wali kelas.

           

          1. Jenis-jenis layanan akademik Jenis-jenis layanan akademik yang dapat diperoleh peserta didik di sekolah meliputi :

          4.1   Layanan Orientasi, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan peserta didik baru (MOPD/Ta’aruf ).

          4.2   Layanan informasi, yaitu layanan dalam bentuk pemberian informasi secara verbal dan atau non verbal, baik kepada peserta didik maupun orang tua.

          4.3   Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan remedial,pengayaan, pemantapan, try out dll.

          4.4   Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan dalam bentuk pembagian kelompok atau kelas dan penyaluran potensi, minat dan bakat peserta didik agar mereka berprestasi secara optimal.

          4.5   Layanan bimbingan kelompok, yaitu bimbingan secara klasikal dengan materi tentang tehnik membaca cepat, tehnik membuat ringkasan, tehnik menghafal dsb.

          4.6   Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bentuk diskusi kelompok dimana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif membahas permasalahan yang telah mereka pilih sehingga setiap anggota kelompok dapat belajar dari pengalaman anggota kelompok lainnya.

           

          BAB III

          PENUTUP

           

          A. Kesimpulan

          Peserta didik setiap tahun mengalami perubahan, baik yang naik ke kelas XI dan XII terutama peserta didik baru kelas X yang belum mengetahui hal-hal penting di sekolah. Menyadari hal tersebut, peraturan akademik ini diharapkan membantu guru dan peserta didik dalam memahami ketentuan-ketentuan yang berlaku di sekolah sekaligus membantu dalam mempersiapkan pembelajaran yang akan diikuti satu tahun ke depan. Peraturan akademik ini merupakan rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan antara

          satu ketentuan dengan ketentuan lainnya dan hanya bisa dipahami apabila menjadi satu keseluruhan yang tidak terpisahkan.

           

          B. Saran

          Sejalan dengan berjalannya waktu, berbagai masukan dari seluruh warga sekolah untuk kesempurnaan peraturan akademik tahun berikutnya sangat diharapkan.

          Ditetapkan di: Cihampelas

          Pada tanggal : 14 Juli 2013

          Kepala SMA Darul Falah,

           

          H. A. Gojwan Solihin, M.Pd.

          NIP. 19730708 200003 1 004

            KELAS XKELAS XIKELAS XII
          NoMata Pelajaran IPAIPSIPAIPS
            Sem. ISem. 2Sem. ISem. 2Sem. ISem. 2Sem. ISem. 2Sem. ISem. 2
          1PAI2222222222
          2PKn2222222222
          3Bahasa Indonesia4444444444
          4Bahasa Inggris4444444444
          5Penjasorkes2222222222
          6Seni Budaya2222222222
          7Matematika6655446666
          8Fisika2244--55--
          9Biologi2244--55--
          10Kimia2244--55--
          11Sejarah1111331133
          12Ekonomi22--44--55
          13Geografi1111441144
          14Sosiologi22--44--44
          15TIK2222222222
          16Mulok BahasaArab222222----
          17Mulok Dirosah Islamiyah2222222222
          18Mulok English Contextual2222222222
          19Mulok Leadership22--------
          20Mulok Entrepreneurship--11111122
          21Mulok Karya Tulis Ilmiah------1111
          22Pengemb.Potensi Akademik333333----
           Jumlah47474747474747474747
          Maaf konten masih belum tersedia
          Maaf konten masih belum tersedia

          Maaf konten masih belum tersedia
          Maaf konten masih belum tersedia